hai kawan semua

bagi kawan-kawan yang mau berbagi cerita baik itu cerita islam, cerita cinta, motivasi, kehidupan dan lainnya pokoknya jangan berhubungan tentang cerita "seks" kalian bisa kirimkan cerita kalian ke email ku :
juniardiramasta@ymail.com

nanti akan ada penyelisihan kata-kata dulu setelah itu akan di upload.

bagi kawan-kawan yang mau menyumbangkan idenya dipersilahkan.

selamat menulis dan berkreasi.


Jumat, 14 Oktober 2011

Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.

penilaian the-brain-test

Memandangkan ada sahabat yg dah bertanya akan hasil soalan2 tersebut, maka abah letak kat sini. Anda kira dan simpan sendiri sajalah keputusan tu. Mungkin betul, mungkin tidak.

How to Score the Test
First, add the number of A, B and C responses and use
the following table to arrive at your final result.
For Males
Number of A's x 10 points =
Number of B's x 5 points =
Number of C's x -5 points =
Total points =

For Females
Number of A's x 15 points =
Number of B's x 5 points =
Number of C's x -5 points =
Total points =
For any questions where the answers didn't accurately
reflect your life or you left them blank, award
yourself five points.

Most males will score between 0-180 and most
females, 150-300. Brains that are 'wired' for mainly
masculine thinking usually score below 150. The closer
to 0 they are, the more masculine they are, and the
higher their testosterone level is likely to be.

Brains that are wired for mainly feminine thinking
will score higher than 180. The higher the number, the
more feminine the brain will be, and the more likely the
person is to demonstrate significant creative, artistic
and musical talents.

The Brain-Wiring Test

The Brain-Wiring Test

This test is designed to indicate the masculinity or femininity of your brain patterns. There are no right or wrong answers - the result is simply an indication of the probable level of male hormone your brain did, or did not, receive around six to eight weeks after your conception. This is reflected in your preference of values, behaviours, style, orientations and choices.

Circle the statement that is most likely to be true for you most of the time. [Kalau tiada jawapan, tinggalkan kosong saja]

1. When it comes to reading a map or street directory you:
a. have difficulty and often ask for help
b. turn it round to face the direction you're going
c. have no difficulty reading maps or street directories

2. You're cooking a complicated meal with the radio playing and a friend phones. Do you:
a. leave the radio on and continue cooking while talking on the phone
b. turn the radio off, talk and keep cooking
c. say you'll call them back as soon as you've finished cooking

3. Friends are coming to visit and ask for directions to your new house. Do you:
a. draw a map with clear directions and send it to them or get someone else to explain how to get there
b. ask what landmarks they know then try to explain to them how to get there
c. explain verbally how to get there: 'Take the M3 to Newcastle, turn off, turn left, go to the second traffic lights... '

4. When explaining an idea or concept, are you more likely to:
a. use a pencil, paper and body language gestures
b. explain it verbally using body language and gestures
c. explain it verbally, being clear and concise

5. When coming home from a great movie, you prefer to:
a. picture scenes from the movie in your mind
b. talk about the scenes and what was said
c. quote mainly what was said in the movie

6. In a cinema, you usually prefer to sit:
a. on the right side
b. anywhere
c. on the left side

7. A friend has something mechanical that won't work. You would:
a. sympathise, and discuss how they feel about it
b. recommend someone reliable who can fix it
c. figure out how it works and attempt to fix it for them

8. You're in an unfamiliar place and someone asks you where North is. You:
a. confess you don't know
b. guess where it is, after a bit of thought
c. point towards North without difficulty

9. You've found a parking space but it's tight and you must reverse into it. You would:
a. rather try to find another space
b. carefully attempt to back into it
c. reverse into it without any difficulty.

10. You are watching TV when the telephone rings. You would:
a. answer the phone with the TV on
b. turn the TV down and then answer
c. turn the TV off, tell others to be quiet and then answer

11. You've just heard a new song by your favourite artist. Usually you:
a. can sing some of the song afterwards without difficulty
b. can sing some of it afterwards if it's a really simple song
c. find it hard to remember how the song sounded but you might recall some of the words

12. You are best at predicting outcomes by:
a. using intuition
b. making a decision based on both the available information and 'gut feeling'
c. using facts, statistics and data

13. You've misplaced your keys. Would you:
a. do something else until the answer comes to you
b. do something else, but keep trying to remember where you put them
c. mentally retrace your steps until you remember where you left them

14. You're in a hotel room and you hear the distant sound of a siren. You:
a. couldn't identify where it's coming from
b. could probably point to it if you concentrate
c. could point straight to where it's coming from

15. You go to a social meeting and are introduced to seven or eight new people. Next day you:
a. can easily picture their faces
b. would remember a few of their faces
c. would be more likely to remember their names

16. You want to go to the country for your holiday but your partner wants to go to a beach resort. To convince them your idea is better, you:
a. tell them sweetly how you feel: you love the countryside and the kids and family always have fun there
b. tell them if they go to the country you'll be grateful and will be happy to go to the beach next time
c. use the facts: the country resort is closer, cheaper, and well-organised for sporting and leisure activities

17. When planning your day's activities, you usually:
a. write a list so you can see what needs to be done
b. think of the things you need to do
c. picture in your mind the people you will see, places you will visit and things you'll be doing

18. A friend has a personal problem and has come to discuss it with you. You:
a. are sympathetic and understanding
b. say that problems are never as bad as they seem and explain why
c. give suggestions or rational advice on how to solve the problem

19. Two friends from different marriages are having a secret affair. How likely are you to
spot it?
a. you could spot it very early
b. you'd pick up on it half the time
c. you'd probably miss it

20. What is life all about, as you see it?
a. having friends and living in harmony with those around you
b. being friendly to others while maintaining personal independence
c. achieving worthwhile goals, earning others' respect and winning prestige and advancement

21. Given the choice, you would prefer to work:
a. in a team where people are compatible
b. around others but maintaining your own space
c. by yourself

22. The books you prefer to read are:
a. novels and fiction
b. magazines and newspapers
c. non-fiction, autobiographies

23. When you go shopping you tend to:
a. often buy on impulse, particularly the specials
b. have a general plan but take it as it comes
c. read the labels and compare costs

24. You prefer to go to bed, wake up and eat meals:
a. whenever you feel like it
b. on a basic schedule but you are flexible
c. at about the same time each day

25. You've started a new job and met lots of new people on the staff. One of them phones you when you are at home. You would:
a. find it easy to recognise their voice
b. recognise it about half the time
c. have difficulty identifying the voice

26. What upsets you most when arguing with someone?
a. their silence or lack of response
b. when they won't see your point of view
c. their probing or challenging questions and comments

27. In school how did you feel about spelling tests and writing essays?
a. you found them both fairly easy
b. you were generally OK with one but not the other
c. you weren't very good at either

28. When it comes to dancing or jazz routines, you:
a. can 'feel' the music once you've learnt the steps
b. can do some exercises or dances, but get lost with others
c. have difficulty keeping time or rhythm

29. How good are you at identifying and mimicking animal sounds?
a. not very good
b. reasonable
c. very good

30. At the end of a long day, you usually prefer to:
a. talk to friends or family about your day
b. listen to others talk about their day
c. read a paper, watch TV and not talk

Rabu, 12 Oktober 2011

Lima cinta yang patut di hindari

Suatu ketika Anda jatuh cinta tapi bisakah perasaan cinta Anda di
pertanggungjawabkan?
1. Anda mencintainya tapi Anda sudah terikat
Mc Mahon mengatakan meninggalkan satu orang yang Anda cintai dan
memilih yang lain bisa saja menjadi pilihan yang terbaik dan bisa juga
menjadi pilihan yang terburuk. “Tergantung bagaimana hubungan dengan
pasangan Anda saat ini, perasaan cinta terhadap yang lain selalu berarti
bendera merah. Karena berarti selalu ada yang salah dengan apa yang sudah
Anda lakukan selama ini.” Jadi sebaiknya lihatlah hubungan anda dengan
pasangan dan bersikaplah jujur.
2. Anda mencintainya dan langsung ke pelaminan
Ibarat Cinderella, baru semenit bertemu Anda sudah ingin terbang
bersamanya ke penghulu. Benarkah ini suatu yang romantis atau suatu kegilaan
?
“Kala Anda bertemu dengan seseorang pertama kali dan yang benar-benar
Anda sukai, tubuh Anda akan mengalir hormon kebahagiaan dan ini akan
benar-benar menerbangkan semua pertimbangan anda,” terang McMahon.
“Sebaiknya uji motivasi Anda, terkadang salah satu pasangan Anda
mencoba mendorong pasangannya menuju pernikahan sebab ia takut pasangannya
akan meninggalkan dirinya.” Pasangan lain melakukan hal ini karena merasa
mereka tidak dapat bertahan pada hubungan yang biasa saja.Namun demikian,
mereka akan menghadapi kenyataan sesungguhnya. Mereka akan menjumpai bahwa
sangat sulit menjalani pernikahan yang terburu-buru ini. “Harus ada fondasi
yang kuat untuk menikah,” lanjut Walton. “Saya selalu menanyakan, ’Mengapa
harus terbur-buru?’ dan mendorong mereka untuk mengambil waktu lebih lama
lagi sebelum bertindak.”
3. Anda mencintainya, tapi dia menyimpan rahasia buruk
Susi (35), seorang designer web yang sukses, jatuh cinta pada malik.
Tetapi Malik, yan sudah setahun ini menganggur, tak memperlakukan Susi
dengan baik. “Dia bisa sangat menakjubkan,” terang Susi, “Tetapi ketika
mabuk atau mengalami depresi, yang sering kali terjadi, dia berubah menjadi
sangat mengerikan. Dia suka memaki, mendorong, bahkan memukul saya. Meski ia
selalu meminta maaf sesudahnya.”
Cinta demikian adalah cinta yang berbahaya.”Padahal Anda selalu punya
pilihan. Hanya karena Anda cinta padanya, tak berarti anda harus terus
menjalani kehidupan demikian. Lihatlah kembali emosi Anda. Jika emosi
mengarahkan Anda untuk melawan perasaan, maka Anda bisa mengabaikannya.”
4. Anda mencintainya tapi dia jauh
Anda tak ingin menyesal kan? Jadi pikirkan konsekuensinya.Pikirkan
selalu tentang apa yang akan Anda lakukan jika pada akhirnya perasaan Anda
berbalik menjadi sebuah kesalahan. Orang yang benar-benar mencintai anda
akan mendorong Anda untuk bersikap bijaksana. Jika anda justru menyerahkan
kehidupan Anda sepenuhnya pada mereka, mereka adalah jenis orang-orang yang
suka mengontrol.
5. Anda mencintainya tapi dia sudah terikat
Menurut Walton, jarang orang jatuh cinta pada orang yang benar-benar
berkomitmen baik pada hubungan dengan pasangannya. Cinta pertama kita
biasanya tidak pada orang yang kita nikahi. Kita juga tidak selalu dapat
menyelesaikan hubungan sebelum ketemu yang baru. Sebaiknya minta untuk
mengakhiri hubungannya dulu dengan pasangannya sebelum Anda pergi keluar
bersamanya. Memang tak ada perpisahan yang dapat dilakukan tanpa kepedihan,
tetapi setidaknya mereka telah bersikap jujur. (NOVA)

Motivasi

The marvelous richness of human experience would lose something of rewarding joy if there were no limitations to overcome. The hilltop hour would not be half so wonderful if there were no dark valleys to traverse.


Helen Keller

Si Kikir Dan Malaikat Maut

Setelah bekerja keras, berdagang dan menjadi rentenir, si kikir telah
menumpuk harta, hingga hartnya jika dihitung-hitung mencapai tiga ratus ribu dinar.
Ia memiliki tanah luas, beberapa gedung, dan segala macam harta benda.
Kemudian ia memutuskan untuk beristirahat selama satu tahun.
Hidup nyaman, dan kemudian menentukan tentang masa depannya.
Tetapi, segera setelah ia berhenti mengumpulkan uang, Malaikat Maut muncul
di hadapannya untuk mencabut nyawanya. Si kikir pun berusaha dengan segala
daya upaya agar Malaikat Maut itu tidak jadi menjalankan tugasnya. Si kikir
berkata, “Bantulah aku, barang tiga hari saja. Maka aku akan memberimu
sepertiga hartaku.”
Malaikat Maut menolak, dan mulai menarik nyawa si kikir.
Kemudian si kikir memohon lagi, “Jika engkau membolehkan aku tinggal dua hari saja, akan
kuberi engkau dua ratus ribu dinar dari gudangku.”
Tetapi lagi-lagi Malaikat Maut pantang menyerah dan tak mau mendengarkannya. Bahkan ia
menolak memberi tambahan satu hari demi tiga ratus ribu dinar dari si Kikir.
Akhirnya si kikir menulis berkata, “Kalau begitu, tolong beri aku waktu
untuk menulis sebentar.”
Kali ini Malaikat Maut mengijinkannya, dan si kikir menulis dengan darahnya
sendiri:
Wahai manusia, manfaatkanlah hidupmu. Aku tidak dapat membelinya
dengan tiga ratus ribu dinar.
Pastikan engkau menyadari nilai dari waktu
yang engkau miliki.

Selasa, 04 Oktober 2011

PENGUMUMAN

kepada
kawan-kawan Blogger
kawan-kawan SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA
di-tempat

Mohon doanya untuk kesembuhan teman kami, Achmed Kautsar Pamudji XII IPS 3 karena mengalami kecelakaan pada hari Jum'at kemarin 30 September 2011 dan sekarang masih menjalani perawatan di RKZ.
terima kasih

Minggu, 02 Oktober 2011

Membangun Motivasi dalam Diri

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika Anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri Anda. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali Anda menggapai apa yang Anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan, mungkin Anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal, sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut ini:
Ciptakan Sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah Anda saat pagi menjelang. Misalnya, Anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memang semangat Anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah Anda lakukan kemarin.
Kembangkan Terus Tujuan Anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat Anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal, guna meraih sesuatu Anda memerlukan tantangan yang lebih besar untuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup Anda.
Tetapkan Saat Kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan Anda. Sejak Anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika Anda membayangkan ‘ajal’ Anda sudah dekat, maka akan memotivasi Anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup Anda.
Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong Anda mencapai tujuan. Sebab, siapa pun teman Anda, seharusnya mampu membawa Anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah, bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat Anda berpikir optimis pula. Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.
Hampiri Bayangan Ketakutan
Saat Anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya, selama ini Anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut Anda dengan mencoba mengatasinya. Saat Anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu Anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.
Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, Anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika Anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, Anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila Anda selalu siap menghadapi setiap masalah, maka Anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan Anda.
Mulailah dengan Rasa Senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup Anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang Anda tempuh. Jika sejak awal Anda sudah merasa ‘tidak suka’, maka rasanya, motivasi hidup tidak akan pernah Anda miliki.
Berlatih dengan Keras
Tidak bisa tidak, Anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika Anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap
kesulitan.
Kesimpulan: motivasi adalah ‘sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat Anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, Anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga Andapun tidak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup Anda..!
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)